Panen Mulai Marak, Harga Bawang Merah Diprediksi Bakal Kembali Normal

June 12, 2022 0 Comments

Kementerian Pertanian (Kementan) memprediksi kenaikan bawang merah sejak Mei 2022 tidak akan bertahan lama. Jadi uptrend saat ini adalah efek dari penurunan luas tanam Maret lalu.

Khusus bulan ini, terjadi anomali cuaca yang cukup ekstrim dan merugikan petani bawang merah. Akibatnya terjadi pergeseran musim tanam yang berdampak pada penurunan produksi.

Berdasarkan data Statistik Pertanian Hortikultura (SPH), luas tanam terpantau meningkat pada bulan April dan Mei di berbagai sentra baik di dalam maupun di luar Jawa. Alhasil, panen bawang merah akan semakin meluas di sentra-sentra seperti Bima, Pati, Brebes dan Probolinggo dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan data Early Warning System (EWS) Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian, produksi bawang merah nasional pada April 2022 sebesar 157.121 ton, sedangkan pada Mei sebanyak 153.513 ton. Meski produksi turun 11% pada April-Mei 2022, saldo kumulatif dari produksi terhitung bulan sebelumnya masih mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Tahun lalu produksi bawang merah nasional bahkan mencapai 2 juta ton, dan tahun ini diperkirakan tidak terpaut terlalu jauh. Sejak tahun 2017 hingga saat ini, Indonesia belum mengimpor bawang merah segar/belanja.

Peningkatan luas areal pada April-Mei 2022 menandakan produksi akan kembali normal secara bertahap pada Juni-Juli 2022. Menurut Sekjen ABMI M Ikhwan Arif, penurunan produksi dari April hingga Mei tidak terlalu mengkhawatirkan. “Luasnya April saja di Brebes lebih dari 3.300 hektar. Belum lagi daerah lain seperti Bima, Probolinggo dan Solok.

Dipastikan pasokan secara bertahap akan kembali normal pada Juni-Juli,” kata Ikhwan. Pihaknya mengatakan penurunan produksi bawang merah di seluruh tanah air masih terkendali.

Terkait kabar bahwa bawang merah 80% tidak bisa dipanen, Ikhwanul sudah mengoreksinya.

“Memang benar ada serangan hama karena kondisi cuaca ekstrim. Juni ini kita sudah terbiasa dengan kondisi kering, namun untuk saat ini curah hujan masih cukup deras dimana-mana. Tentu hal ini mendorong tumbuhnya hama tanaman. Tentunya pemerintah memiliki data yang lebih lengkap,” kata persaudaraan itu.

“Pada saat yang sama, saya akan mengklarifikasi dan meminta maaf jika pernyataan saya sebelumnya mengenai penurunan produksi bawang merah merupakan salah persepsi,” tambahnya.

Ditegaskan secara terpisah, Ketua Umum ABMI Juwari membenarkan bahwa pasokan bawang merah secara bertahap akan kembali normal pada Juni ini.

“Pertengahan hingga akhir Juni diharapkan penawaran mulai normal. Mengapa pasokan Mei turun hari ini karena penaburan Maret tidak berhasil karena cuaca yang tidak menentu. Kalaupun penurunannya tidak separah 2020, tahun ini lebih baik dan terkendali,” kata Juwari.

Ahmad Sholeh, petani bawang merah asal Kendal, mengakui kenaikan harga bawang merah saat ini akibat banyak petani, terutama pemula, ragu-ragu untuk menanam lagi karena harga turun akhir tahun lalu.

“Banyak petani mengeluhkan kerugian karena harga turun akhir tahun lalu. Modal tidak kuat lagi. Tapi bagi petani yang sudah terbiasa, tetaplah menanam,” kata Sholeh.

Tingginya harga pupuk dan obat-obatan saat ini, diakuinya, berdampak besar pada biaya produksi.

“Jadi kalau harga saat ini dianggap tinggi, sebenarnya tidak. Toh harga sarana produksi sekarang sudah berubah ke harga itu, jadi harga acuan di Permendag juga perlu dimutakhirkan,” ujarnya. Sholeh memprediksi pasokan akan mulai meningkat pekan depan seiring dimulainya panen raya di Pati dan Bima.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha usai dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengamankan produksi bawang merah. Menurut Tommy, setiap bulan pihaknya memantau dan mengupdate data perkiraan produksi untuk 1-2 bulan ke depan berdasarkan data terbaru yang dikumpulkan dari berbagai pusat. Ditjen Horti dikatakan selalu menyampaikan dalam berbagai kesempatan perlunya kewaspadaan semua pihak dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga bawang merah.

“Semuanya dipantau dan dikendalikan, termasuk masalah hama dan dampak iklim. Percepatan penyemaian di lapangan sudah kami maksimalkan. Kami optimis bahwa penawaran dan harga

Leave a Reply

Your email address will not be published.