Kritik Pedas KPK dan Polisi dalam Kasus Dugaan Korupsi Minyak Goreng, Apa Peran Mereka?

April 22, 2022 0 Comments

Terungkapnya kasus dugaan korupsi ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) belakangan ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Salah satunya, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia dan pengamat politik, Ray Rangkuti, mengatakan pengungkapan kasus ini oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) merupakan teguran bagi KPK di lembaga Rollelldeste KPK sebagai Badan Pemberantasan Korupsi.

Kejadian ini juga mendorong KPK untuk berperan aktif memberantas mafia di lingkaran peredaran minyak goreng ini,” kata Ray dalam diskusi The Palm Cooking Oil Cartel Swelling !dentersucht muss! maya.

Sayangnya, dalam kasus dugaan korupsi minyak goreng yang akhir-akhir ini menarik perhatian, justru peran kejaksaan.

Sedangkan KPK sama sekali tidak melaporkan perbuatannya. Ia juga menyoroti sikap polisi yang tampak segan dalam proses penuntutan pemberantasan mafia minyak goreng.

Produce Saya merasa agak menarik untuk melihat mengapa kejaksaan tampak lebih proaktif dan kini telah menangkap setidaknya empat orang, tetapi polisi tampaknya enggan campur tangan dengan dugaan penegakan hukum yang prihatin dengan minyak goreng ini,” katanya.

Padahal, pengungkapan kasus ini seharusnya juga membantu polisi mengungkap kasus korupsi yang kian mengkhawatirkan.

Ini semacam cambuk yang dilakukan KPK. Tentu kita berharap ini juga cambuk polisi, yang juga terlibat aktif dalam pemberantasan mafia di lingkaran minyak goreng dan tentunya juga di kebutuhan pokok lainnya,” kata Ray.

Dia mencatat, tidak hanya kejaksaan tetapi semua pihak akan terus berupaya mengungkap kasus dugaan korupsi terkait ekspor sawit oleh keempat tersangka tersebut. Ada kemungkinan ada pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini, namun belum diungkapkan.

Kami berharap kami (Kejagung) tidak segan-segan menindak mereka. Misalnya, jika ini berdampak pada orang-orang berpangkat tinggi di republik ini, KPK tidak segan-segan menindak mereka,” katanya.

Dari kasus ini, Kejaksaan Agung menetapkan empat tersangka. Salah satunya adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *