Bali Nikmati Dampak Ekonomi Rp1,5 Triliun dari Gelaran World Water Forum 2024

May 24, 2024 0 Comments

BADUNG — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memperkirakan gelaran World Water Forum ke-10 memberikan dampak ekonomi bagi Provinsi Bali hingga Rp1,5 triliun.

Dia menyebut, potensi ekonomi itu berasal dari sekitar 50.000 wisatawan datang ke Bali untuk menghadiri forum air terbesar di dunia itu. Menurutnya, para peserta dan delegasi World Water Forum akan menghabiskan banyak belanja selama gelaran berlangsung, apalagi potensi belanja akan semakin besar dengan wisatawan yang memperpanjang masa tinggal di Bali.

Adapun rata-rata pengeluaran para wisatawan yang menjadi delegasi forum air tersebut, kata Sandiaga mencapai sekitar Rp34 juta. “Mengingat delegasi kemungkinan tidak datang sendirian, masih ada perputaran ekonomi yang dapat dilihat tidak hanya dari spending delegasi aja,

Kendati begitu, Sandiaga membeberkan bahwa pihaknya tengah melakukan survei sejak 17—25 Mei 2024 kepada stakeholder, pengunjung dan delegasi untuk menghitung dampak ekonomi dari penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali.

Adapun dalam sebulan terakhir, kata Sandiaga pencairan kata kunci “World Water Forum” telah meningkat signifikan dengan lebih dari 1.800 pencarian di internet per hari. Sebanyak 45% pencarian dilakukan dari luar negeri seperti wilayah Pasifik, Asia Timur, Asia Selatan, Eropa Barat, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan). Dalam sepekan terakhir, ada 190 berita global dan nasional mengenai World Water Forum.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai, Suryawijaya mengatakan, pelaksanaan World Water Forum ke-10 telah mendongkrak geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Dampak ekonomi itu terlihat dari okupansi hotel di Kawasan Nusa Dua Bali meningkat signifikan. Bahkan, Rai mengeklaim okupansi hotel di sekitar lokasi acara World Water Forum telah menyentuh angka 100%. Selain itu, menurut dia okupansi yang tinggi juga terjadi di hotel di daerah Jimbaran, Kuta, Sanur serta Ubud.

“Ini juga akan berdampak lebih luas ke pelaku usaha lainnya, seperti usaha restoran,” ucap Rai.

Setali tiga uang, Ketua PHRI BPD Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Ia mengatakan, dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan World Water Forum di Bali telah memberi dampak langsung terhadap tingkat hunian hotel di Bali, khususnya kawasan Nusa Dua. Perhelatan internasional itu dianggap juga menjadi wadah promosi Bali sebagai destinasi pariwisata favorit dunia.

“Untuk itu saya selaku Ketua PHRI BPD Bali, berharap agar penyelenggaraan acara-acara seperti halnya World Water Forum yang dilaksanakan di Bali,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *